Salah satu hal yang harus kita lakukan sebagai manusia yang katanya makhluk sosial adalah nasehat-menasehati dalam kebaikan, hal ini juga dijelaskan dalam Al-Quran agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi.. maka berimanlah, beramal sholeh, serta saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.
Berikut beberapa hal yg perlu diperhatikan perihal saling menasehati dalan kebaikan:
1. Cara mengingatkan atau menasehati orang lain (kita sebagai si pemberi nasehat).
Contoh terbaik perihal nasehat-menasehati tentunya hanya pada Rasul dan para sahabatnya, namun disini coba saya tuliskan berdasarkan pengalaman pribadi saja:
- Kita hanya sebatas ‘mengingatkan’.
Yup, kita hanya bisa sebatas mengingatkan bro.., perihal orang yg dikasi tau mau denger apa ga.., hanya Allah yg bisa menentukan. Namun kita tetap harus berusaha sebisa mungkin bagaimana agar orang yg dinasehati bisa menerimanya.
- Mengetahui karakter orang yg kita hadapi.
Ada orang harus memang dikerasin ada juga yg harus diharus dihadapi dengan cara halus dan lemah lembut.. Klo ga ntar nambah parah.. Qeqeqe..
Pada umumya setiap orang pasti suka di nasehati dengan cara yg lemah lembut.., maka utamakanlah cara yg lemah lembut bin halus..
- Waktu dan Tempat
Kapan dan dimana kita menasehati org lain juga menjadi faktor penting agar orang yang kita nasehati dapat nenerima nya dengan baik dan bener
.
2. Cara menerima nasehat/kritik dari orang lain (kita sebagai orang yg dinasehati)
Hal paling utama tentunya dalam menerima nasehat dari orang lain tentunya berusaha untuk open-mind alias terbuka, kita harus bisa banyak mendengarkan orang lain untuk menjadi lebih baik, ga salah kalau Allah SWT menciptakan 2 daun telinga untuk mendengar dan satu mulut untuk bicara sehingga kita dapat lebih banyak mendengar daripada bicara
.
Akan tetapi pernah kah kmu di kritik alias dinasehati bin dikasi tau dengan cara atau tempat ataupun waktu yg tidak tepat?. Pernah yah.. pastinya rasanya ga enak banget and jadi dongkol.. Jangankan buat nerima nasehat tuh orang, lihat muka and dengar suaranya aja dah ‘eneq’ Qeqeqe..
Dalam keadaan seperti itu, trus apa yg harus dilakukan?.
Tentunya kita harus tetap berusaha open-mind, susah memang klo dah dongkol.. Qeqeqe.. Jika memang org tersebut menasehati kita dengan cara yg kurang tepat menurut kita.. Cukup kita menyadarinya mungkin dia masih kurang ilmunya (bukan bodoh lho, cuma kurang ilmunya), kurang tau caranya, tp niatnya khan baek mengingatkan kita untuk jadi lebih baik tho?, untuk itulah kita perlu tetap open-mind walapun dongkol.
Jika yg menasehati kurang ilmunya, namun apa yg dia katakan bener, maka hendaknya kita sebagai orang punya ilmu sebagai orang yang dinasehati harus dapat memposisikan diri dengan tepat, tidak mudah memang.. tapi harus dicoba dan dilakukan..
CMIWW,